Blogger Widgets
Minggu, 05 Januari 2014

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

IPA merupakan bagian kehidupan manusia dari sejak manusia itu mengenal diri dan alam sekitarnya. Manusia dan lingkungan merupakan sumber, obyek dan subyek IPA.  Menurut Amien (dalam Windhari, 2013) mendefinisikan IPA sebagai bidang ilmu ilmiah, dengan ruang lingkup zat dan energi, baik yang terdapat pada mahluk hidup maupun tak hidup, lebih banyak mendiskusikan tentang alam (natural science) seperti fisika, kimia dan biologi. Sedangkan menurut Wahyana (dalam Widiantari, 2012)  IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas terhadap gejala-gejala alam. Perkembangannya tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah dari sikap ilmiah. Dari beberapa pendapat tentang hakikat IPA maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hakikat  IPA yaitu  kumpulan pengetahuan yang berhubungan dengan cara mencari tahu dan mendiskusikan tentang alam.
Pendidikan IPA merupakan salah satu aspek pendidikan dengan menggunakan IPA sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan pada umumnya, dan tujuan pendidikan sains khususnya. Menurut Suastra (Widiantari, 2012) IPA atau sains tidak hanya mencangkup kumpulan fakta (produk ilmiah) saja, tetapi juga mencangkup tentang sikap ilmiah dan proses ilmiah (metode ilmiah). Ketiga komponen tersebut dijabarkan sebagai berikut.
a. Sikap ilmiah misalnya hasrat ingin tahu, kerendahan hati, sikap keterbukaan, jujur, pendekatan positif terhadap kegagalan, dan sebagainya. Sikap ilmiah merupakan perilaku ilmuwan yang mereka ikuti dalam penelitian-penelitian ilmiah.
b. Proses ilmiah merupakan ketrampilan berpikir (thinking skill) yaitu suatu proses yang dilakukan oleh ilmuwan yang sering disebut sebagai metode ilmiah. Metode ilmiah adalah metode yang biasanya diikuti oleh ilmuwan dalam memecahkan suatu masalah.
c. Produk ilmiah adalah konsep, prinsip, dan teori ilmiah. Dasar pembentukan produk sains adalah data observasi yang dapat ditiru. Konsep adalah gagasan atau ide berdasarkan pengalaman yang relevan dan yang dapat digeneralisasikan. Teori adalah suatu generalisasi prinsip-prinsip ilmiah yang berkaitan, dan yang menjelaskan segala tentang ilmiah.
Pokok bahasan IPA adalah alam dengan segala isinya. Hal-hal yang dipelajari adalah sebab akibat atau hubungan dari kejadian-kejadian yang terjadi di alam. Karena aktivitas dalam IPA selalu berhubungan dengan percobaan-percobaan yang membutuhkan ketrampilan, kerajinan, dan ketekunan, maka materi dalam pelajaran IPA tidak cukup diberikan sebagai kumpulan pengetahuan saja, tetapi menyangkut cara kerja, cara berfikir, dan cara memecahkan masalah.
Hakikat IPA semata-mata tidaklah pada dimensi pengetahuan. Dengan dimensi inilah IPA hakikatnya mentautkan antara aspek logika-materil. Tujuan dari IPA itu sendiri sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006, tujuan dan lingkup pelajaran IPA sebagai berikut (dalam Windhari, 2013:16-17).
a. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
b. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
c.  Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
d.  Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
e. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
f. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
g. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.


Title: Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA); Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

2 komentar: