Blogger Widgets
Minggu, 05 Januari 2014

Model Pembelajaran Kooperatif

Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kondisi semacam ini diharapkan tercipta suasana saling ketergantungan antar siswa, sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya berasal dari guru dan buku saja melainkan teman sesama. Dengan pastisipasi dan keaktifan siswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan proses belajar mengajar akan lebih bermakna.
Menurut Lie (dalam Widiantara, 2013) menyatakan bahwa “pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang bersifat gotong royong dalam pembelajaran”. Pembelajaran kooperatif ini merupakan suatu pengelompokan dimana adanya unsur kerjasama tim dalam kelompok tersebut untuk menyelesaikan suatu masalah. Menurut Sanjaya (2010) pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen).
Menurut Nurhadi (dalam Widiantara, 2013) menyatakan bahwa unsur-unsur pembelajaran kooperatif paling sedikit ada empat macam yakni:
a.Saling ketergantungan positif, artinya dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong siswa merasa saling membutuhkan antara sesama. Dengan saling membutuhkan antar sesame, maka mereka merasa saling ketergantungan satu sama lain.
b. Interaksi tatap muka, artinya menuntut para siswa dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog tidak hanya dengan guru, tetapi juga dengan sesame siswa. Dengan interaksi tatap muka, memungkinkan para siswa dapat saling menjadi sumber belajar, sehingga sumber belajar menjadi variasi. Dengan interaksi ini diharapkan akan memudahkan dan membantu siswa dalam mempelajari suatu materi.
c.    Akuntabilitas individual, artinya meskipun pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok, tetapi penilaian dalam rangka mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap suatu materi pelajaran dilakukan secara individual. Hasil penilaian secara individual tersebut anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang dapat memberikan bantuan.
d. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi, artinya melalui pembelajaran kooperatif akan menumbuhkan keterampilan menjalin hubungan antar pribadi. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran kooperatif menekankan aspek-aspek : tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide dan bukan mengkritik orangnya, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagi sifat positif.
Menurut Johnson & Jhonso (dalam Trianto,2012) menyatakan bahwa tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok. Karena siswa bekerja dalam suatu team, maka dengan sendirinya dapat memperbaiki hubungan di anrtara para siswa dari berbagai latar belakang etnis dan kemampuan, mengembangkan keterampilan-keterampilan proses kelompok dan pemecahan masalah.
Manfaat penerapan belajar kooperatif adalah dapat mengurangi kesenjangan pendidikan khususnya dalam wujud input pada level individual. Di samping itu, belajar kooperatif dapat mengembangkan solidaritas sosial di kalangan siswa. Dengan belajar kooperatif , diharapkan kelak akan muncul generasi baru yang memiliki prestasi akademik yang cemerlang dan memiliki solidaritas sosial yang kuat.
Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok startegi pembelajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan  dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk brtinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya. Jadi dalam pembelajaran kooperatif siswa berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru. Dengan bekerja secara kolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama, maka siswa akan mengembangkan keterampilan berhubungan dengan sesame manusia yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di luar sekolah.
Struktur tujuan kooperatif terjadi jika siswa dapat mencapai tujuan mereka hanya jika siswa lain dengan siapa mereka bekerja sama mencapai tujuan tersebut. Tujuan-tujuan pembelajaran ini mencakup tiga jenis tujuan penting, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim, dkk dalam Trianto, 2012). Dibalik tujuan-tujuan tersebut, terdapat beberapa prinsip dalam pembelajaran kooperatif menurut Sanjaya (2010), yaitu (1) prinsip ketergantungan positif (positive interdependence); (2) tanggung jawab perseorangan (individual accountability); (3) interaksi tatap muka (face to face promotion interaction); (4) partisipasi dan komunikasi (participation communication).
Adanya saling ketergantungan positif maksudnya dalam pembelajaran kooperatif, guru mendorong siswa agar saling membutuhkan satu sama lain. Interaksi tatap muka dimaksudkan untuk menuntut siswa dalam kelompok saling bertatap muka sehingga dapat melakukan interaksi. Adanya akuntabilitas individual dimaksudkan untuk memberikan penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan semua anggota kelompok secara individual. Sementar itu, keterampilan menjalin hubungan antar pribadi lebih mengarah pada keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkeritik ide, berani mempertahankan pikiran logis. ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah sebagaiberikut:
a.  Siswa belajar dalam kelompok kecil, untuk mencapai ketuntasan belajar.
b.     Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi,
sedang dan rendah.
c.      Diupayakan agar dalam setiap kelompok siswa terdiri dari suku, ras, budaya dan jenis kelamin yang berbeda.
a. Penghargaan lebih diutamakan pada kelompok kerja dari pada individual.
Prinsip dasar dari pembelajaran kooperatif adalah siswa membentuk kelompok kecil dan saling mengajar sesamanya untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pembelajaran kooperatif siswa pandai mengajar siswa yang kurang pandai tanpa merasa dirugikan. Siswa kurang pandai dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan karena banyak teman yang membantu dan memotivasinya. Siswa yang sebelumnya terbiasa dengan sikap pasif akan terbantu karena adanya bantuan serta motivasi dari temannya.
Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi, untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup segala bentuk kesenjangan dalam pemahaman materi pelajaran pada tiap-tiap siswa.
Dari beberapa pendapat tersebut diatas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang menempatkan siswa pada kegiatan belajar mengajar dalam bentuk tim atau kelompok yang beranggotakan dua sampai enam dengan berbagai latar belakang tingkat kemampuan siswa sehingga didalamnya terjadi sebuah interaksi diantara sesama siswa sehingga yang dijadikan sumber belajar bukan hanya berasal dari guru dan buku pelajaran. Dalam pembelajaran tersebut menekankan bentuk kerja kelompok guna mencapai tujuan pembelajaran yang sama diantara masing-masing anggota.


Title: Model Pembelajaran Kooperatif; Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar