Blogger Widgets
Minggu, 05 Januari 2014

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI)

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI)

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI)
Model pembelajaran kooperatif GI merupakan metode pembelajaran dengan siswa belajar secara kelompok, kelompok belajar terbentuk berdasarkan topik yang dipilih siswa. Pendekatan ini memerlukan norma dan struktur yang lebih rumit daripada pendekatan yang lebih berpusat pada guru. Dalam pembelajaran koo[eratif GI siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 2-6 orang siswa yang heterogen. Kelompok memilih topik untuk diselidiki dan melakukan penyelidikan yang mendalam atas topic yang dipilih, selanjutnya menyiapkan dan mempresentasikan laporan di depan kelas.
Investigasi kelompok merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling kompleks dan paling sulit untuk diterapkan (Trianto, 2012). Model ini dikembangkan pertama kali oleh Thelan. Dalam perkembangannya model ini diperluas dan dipertajam oleh Sharan dari Universitas Tel Aviv. Berbeda dengan STAD dan jigsaw, siswa terlibat dalam perencanaan baik topic yang dipelajari dan bagaimana jalannya penyelidikan mereka. Pembelajaran ini memerlukan norma dan struktur kelas yang lebih rumit daripada pendekatan yang lebih berpusat pada guru. Pendekatan ini juga memerlukan mengajar siswa keterampilan komunikasi dan proses kelompok yang baik.
Dalam  implementasi tipe investigasi kelompok guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota-anggota 5-6 siswa yang heterogen. Kelompok disini dapat dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban persahabatan atau minat yang sama  dalam topic tertentu. Selanjutnya siswa memilih topik untuk diselidiki dan melakukan penyelidikan yang mendalam atas topic yang dipilih. Selanjtnya ia menyiapkan dan mempresentasikan laporannya kepada seluruh kelas.


Tujuan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI)

Menurut Asma (dalam Devi, 2013) pengembangan pembelajaran kooperatif bertujuan:
1)   Pencapaian hasil belajar. para ahli berpendapat bahwa strategi ini unggulan dalam membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit.
2)Penerimaan terhadap keragaman. efek penting dalam pembelajaran kooperatif adalah terbentuknya sikap menerima perbedaan ras, agama, budaya, kelas sosial, dan kemampun dan perbedaan yang lainnya.
3) Pengembangan keterampilan sosial. Pempelajaran kooperatif dapat mengajarkan keterampilan kerjasama dan kolaborasi.
Keunggulan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI)
Menurut Rusman (dalam devi, 2013) keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe GI sebagai berikut.
1)        Dapat dipakai untuk tanggung jawab dan kreatifitas siswa, baik secara perorangan maupun individu.
2)        Memebantu terjadinya pembagian tanggung jawab ketika siswa mengikuti pembelajaran dan berorientasi menuju pembentukan manusia sosial.
3)        Memberikan kesempatan berkolaborasi dengan teman sebaya dalam bentuk diskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah.
4)        Serta mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran yang diberikan guru sehingga dapat membangun pengetahuan siswa.
d. Langkah-langkah Pelaksanaan Model Group Investigation (GI)
Menurut Slavin (dalam Vierwinto, 2012) membagi langkah-langkah pelaksanaan model investigasi kelompok meliputi 6 (enam) tahapan.
1) Mengidentifikasikan topik dan membuat kelompok
a)   Para siswa meneliti beberapa sumber, mengusulkan sejumlah topik, dan mengkategorikan saran-saran.
b)   Para siswa bergabung dengan kelompoknya untuk mempelajari topik yang telah mereka pilih.
c)Komposisi kelompok didasarkan pada ketertarikan siswa dan harus bersifat heterogen.
d)   Guru membantu dalam pengumpulan informasi dan memfasilitasi pengaturan.
2) Merencanakan tugas yang akan dipelajari
a)   Para siswa merencanakan tugas yang akan dipelajari (apa yang dipelajari?, bagaimana mempelajarinya?, siapa melakukan apa?, untuk tujuan atau kepentingan apa menginvestigasi topik tersebut?)

 3) Melaksanakan investigasi
a)   Para siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.
b)   Tiap anggota kelompok berkontribusi untuk usaha-usaha yang dilakukan kelompoknya.
c)    Para siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi, dan mensintesis semua gagasan.
4) Menyiapkan laporan akhir
a)   Anggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial dari proyek mereka.
b)   Anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan, dan bagaimana mereka akan membuat presentasi.
c)   Wakil-wakil kelompok membentuk sebuah panitia acara untuk mengkoordinasikan rencana-rencana presentasi.
5) Mempresentasikan laporan akhir
a)      Presentasi yang dibuat untuk seluruh kelas dalam berbagai macam bentuk.
b)      Bagian presentasi tersebut harus dapat melibatkan pendengarnya secara aktif.
c)      Para pendengar tersebut mengevaluasi kejelasn dan penampilan presentasu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh seluruh anggota kelas.
6) Evaluasi
a)      Para siswa saling memberikan umpan balik menganai topik tersebut, mengenai tugas yang telah mereka kerjakan, mengenai keefektifan pengalaman-pengalaman mereka.
b)      Guru dan muris berkolaborasi dalam mengevaluasi pembelajaran siswa.
c)      Penilaian atas pembelajaran harus mengevaluasi pemikiran paling
Tabel 01. Rancangan Sintaks Model GI di Kelas
Fase
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa
Mempusatkan perhatian siswa.
a)      Memotivasi siswa (memfokuskan perhatian siswa) dengan cara Tanya jawab berkaitan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari.
b)      Menyampaikan tujuan pembelajaran
Menjawab pertanyaan guru dan memfokuskan pikiran pada satu pokok materi/bahasan yang ingin di bahas hari ini.
Mengidentifikasi topic dan membagi siswa ke dalam kelompok
a)      Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk memberikan kontribusi apa yang akan mereka selidiki
b)      Kelompok dibentuk berdasarkan heterogenitas
a)      Memberikan masukkan terhadap topik yang akan diteliti dan diinvestigasi sesuai materi yang akan dipelajari
b)      Membentuk kelompok
Merencanakan tugas
Mempersiapkan dan menata sumber belajar sebagai sarana siswa berfantasi agar dapat berinvestigasi secara optimal
Kelompok akan membagi subtopk  kepada seluruh anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai
Membuat penyelidikan
Memfasilitasi, membimbing serta mengawasi siswa yang sedang berfantasi dan berinvestigasi agar setiap kelompok dpaat bekerja optimal
Siswa berfantasi mengumpulkan, menganalisi dan mengevaluasi informasi membuat kesimpulan dan mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai sebuah masalah kelompok
Mempresentasikan tugas akhir
a)      Memberikan reinforcement pada kelompok yang penampilannya baik dan memberikan motivais pada kelompok yang kurang baik
b)      Memberikan penegasan terhadap masing-masing bahasan dari setiap kelompok
Siswa memprentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain memberikan tanggapan

Evaluasi  pembelajaran
a)      Membantu siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah  dipelajari yang telah dipelajat sekali
b)      Bersama siswa menyimpulkan pembelajaran
c)      Mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dengan menggunaka tes hasil belajar
a)      Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari
b)      Menjawab teori yang diberikan guru titik

                        (diadaptasi Trianto, 2011)


Title: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI); Written by Unknown; Rating: 5 dari 5

9 komentar: